UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DESA SETU MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN MAKANAN DAN MINUMAN KAFE KAMPOENG
Abstract
ABSTRAK
Tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Pradita adalah untuk membantu pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat Desa Wisata Angsana, Desa Setu. Kabupaten Bogor. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan secara kontinu kepada masyarakat setempat dalam pembuatan usaha makanan dan minuman yang disajikan di Kafe Kampoeng. Masyarakat setempat dilatih dari proses perencanaan hingga pengelolaan usaha makanan dan minuman. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya menu makanan dan minuman tradisonal khas Sunda yang dikemas menjadi makanan tradisional kekinian dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Masyarakat setempat memanfaatkan bahan lokal dengan rasa dari makanan dan minuman yang tetap dipertahankan. Kafe Kampoeng dijadikan tempat untuk memasarkan jajanan makanan dan minuman. Kafe ini dapat menjadi salah satu tujuan destinasi wisata dan hasil penjualannya memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat.
ABSTRACT
The main purpose of community service activities carried out by Pradita University is to help the village government to improve the economic quality of the Angsana Tourism Village, Setu Village. Bogor Regency. The method carried out is by conducting continuous mentoring and training activities to the local community in making food and beverage businesses served at Kampoeng Cafe. Local communities are trained from the planning process to the management of food and beverage businesses. The result of this community service activity is the existence of a traditional Sundanese food and beverage menu that is packaged into contemporary traditional food and have a higher selling value. The local community utilizes local ingredients with the taste of food and drinks that are still preserved. Kampoeng Cafe is used as a place to market food and beverage snacks. This café can become one of the tourist destinations and the proceeds of its sales contribute to the local community.
References
Andalkan Perkebunan, Desa Setu Rintis Jadi Desa Wisata. (2021, Desember 22). Jurnal Inspirasi.co.id. https://jurnalinspirasi.co.id/2021/12/22/andalkan-perkebunan-desa-setu-rintis-jadi-desa-wisata/
Antara, M. dan Arida, N. S. (2015). Panduan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal. Bali: Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana Bali.
Hendriyani, I. G. A. D. (2023, Januari 31). Siaran Pers: Menparekraf Luncurkan ADWI 2023 Targetkan 4.000 Desa Wisata Mendaftar. Kemenparekraf/ Baparekraf RI. https://www.kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-menparekraf-luncurkan-adwi-2023-targetkan-4000-desa-wisata-mendaftar
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rudence: Rural Development for Economic Resilience

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.